Senin, 07 November 2011

tips gaya bercinta saat hamil



tips gaya bercinta saat hamil
Memang pada masa kehamilan trimester pertama, Anda berdua masih punyabanyak pilihan posisi bercinta. Namun, setelah beberapa bulan kemudianpilihan posisi itu semakin terbatas. Berikut panduan gaya bercinta yangbisa Anda dan pasangan lakukan.
1. Posisi MisionarisPerempuan di bawah dan pria di atas. Jika dilakukan saat istri tengahhamil tentu menjadi tidak nikmat, bahkan bisa menyakitkan bagi istriAnda, bahkan juga untuk Anda sendiri. Itu sebabnya, posisi berhubunganseksual yang bisa dilakukan selama istri hamil adalah variasi denganposisi menyamping, perut istri Anda terbebas dari tindihan.
2. Perempuan di Atas, Pria di BawahDengan posisi ini, Anda (terutama istri Anda), bisa mencegah penekananterlalu banyak pada bagian perut dan payudara istri Anda, yang memangmembahayakan kehamilannya. Posisi ini memungkinkan perempuan untukmemegang lebih banyak kendali atas gerakan. Istri dapat membuatnyalambat atau capat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.
3. Posisi SendokPosisi ini dilakukan dengan tubuh berbaring menyamping. Anda berada dibelakang istri Anda, sehingga penetrasi dapat dilakukan dari belakang(tetapi bukan hubungan seksual anal. Hanya penetrasinya lewat arahbelakang). Posisi ini juga sesuai dilakukan pada saat perut istri sudahbesar, atau sat istri tidak dapat berperan aktif lagi selama bercinta(seperti pada posisi perempuan di atas).
4. Posisi Sendok Berhadapan Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untukmemberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi. Posisi ini lebihcocok dilakukan pada triwulan pertama, ketika perut istri belum terlalubesar.
5. Posisi DudukPerempuan duduk di pangkuan pasangan, ketika hamil belum terlalu besar,posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar,posisi tidak berhadapan dapat dipilih. Posisi ini dapat menjadi pilihanpada masa kehamilan akhir trimester ke-2 atau pada awal trimester ke-3.Posisi ini cukup nyaman, baik untuk istri maupun Anda sendiri,sekalipun tidak memberikan kesempatan bagi Anda berdua untuk banyakmelakukan gerakan aktif saat pemanasan (foreplay). Sayangnya, posisiduduk ini hanya nyaman dilakukan bagi berat tubuh istri tergolongnormal. Sebab, pada posisi ini Anda harus menopang berat tubuh istripada pangkuan Anda.
6. Doggie StyleAgar perut tidak mendapat tekanan, istri bisa bersangga pada lutut dantangannya, sepeerti hendak merangkak. Hanya saja, jika perut istrisudah sangat besar, bisa saja perut tetap menyentuh alas. Posisi inijuga tidak bisa dilakukan dalam tempo lama, karena cukup melatihkanbagi istri, walau ia tidak melakukan gerakan aktif. Keuntungannya,pembuluh darah di punggung tidak tertekan oleh berat perut.
7. Seks Non-Penetratif Di luar alternatif-alternatif posisi tersebut, Anda bisa juga melakukanseks non-penetratif. Artinya, alat kelamin suami tidak perlu memasukivagina istri. Suami istri bisa saling memberikan seks oral ataumasturbasi.
Apa pun posisi yang Anda berdua pilih, nikmatilah aktivitas seksual itubersama-sama dengan tetap memperhatikan kondisi kehamilan istri Anda.Asalkan kehamilan istri Anda dinyatakan tidak memiliki risiko apapun,Anda berdua bisa melakukan hubungan seksual kapan pun Anda berduamenginginkannya, bahkan sampai menjelang persalinan sekalipun. Dengantetap menikmati aktivitas yang satu ini bersama suami, Anda berdua bisasling berbagi rasa takut maupun kekhawatiran, serta stres yang mungkinmuncul selama masa kehamilan.
Namun jika kehamilan istri Anda berisiko, seperti misalnya letakplasenta tidak pada posisi yang seharusnya (plasenta previa), makalebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis kandungan jikaAnda berdua tetap ingin bisa berhubungan seksual. Begitu juga apabilaistri mengalami perdarahan ringan, seperti keluarnya flek-flek padakehamilan trimester pertama, tunda dulu keinginan itu.
Sumber: anakayam.us

1 komentar: